Eksistensi sebuah komunitas besar tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik deru mesin dan kilau lampu jalanan Jawa Timur hari ini, ada keringat, kopi yang diseruput larut malam, serta komitmen baja dari para pelopor terdahulu. Inilah kisah bagaimana Yamaha Vixion Club Indonesia (YVC-I) Regional Jawa Timur tumbuh dari segelintir barisan menjadi salah satu kekuatan regional terbesar di tanah air.
Titik Awal: Percikan Semangat dari Ragunan (2008)
Kisah ini dimulai pada tahun 2008, tepatnya saat gelaran Jaminan Nasional (Jamnas) Pertama di Ragunan, Jakarta. Kala itu, gaung nama organisasi masih menggunakan format YVC (sebelum bertransformasi menjadi YVC-I). Pada masa-masa awal tersebut, kepengurusan di wilayah Jawa Timur (Jatim) masih bisa dihitung dengan jari.
Hanya ada 5 Chapter pionir di Jatim yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) resmi dari Dewan Nasional:
- YVC Surabaya (Kode Chapter: S)
- YVC Banyuwangi (Kode Chapter: BW)
- YVC Tuban (Kode Chapter: TB)
- YVC Ponorogo (Kode Chapter: PO)
- YVC Pacitan (Kode Chapter: PC)
Lima chapter inilah yang menjadi fondasi awal sekaligus penjaga nyala api organisasi di ujung timur pulau Jawa.
Mandat, Estafet Kepemimpinan, dan Lahirnya Istilah “Gubernur”
Berangkat dari Musyawarah Nasional (Munas) yang pertama, Ketua Umum pertama saat itu, Bro Murray (YVCT 001), melihat potensi besar di Jawa Timur. Mandat untuk mengembangkan wilayah ini awalnya diemban oleh Bro Heri (S-013) dari YVC Surabaya selaku Ketua Regional pertama. Namun, karena dinamika kesibukan personal, tongkat estafet kepemimpinan kemudian diserahkan kepada sosok legendaris, Cak Lilik (TB-001).
Ada cerita unik di balik struktur kepengurusan di masa itu. Jika hari ini kita mengenal istilah Ketua Regional atau Korwil, dulu Jatim mengadopsi istilah layaknya struktur pemerintahan negara.
“Waktu itu Ketua Umum disebut Presiden, Ketua Regional disebut Gubernur, dan Koordinator Sub-Wilayah disebut Bupati. Semuanya dibuat cuma untuk memudahkan panggilan aja pas kumpul,” kenang Cak Lilik sambil menyeruput kopinya dengan santai.
Sezeit itulah, Cak Lilik resmi mengemban tugas sebagai “Gubernur” Jatim pertama dan mulai bergerak gerilya membangun jaringan.
Era Gerilya: “Syarat Tuban” dan Tantangan Klub Independen
Memperluas sayap organisasi di tahun 2008-2010 bukanlah perkara mudah. Syarat untuk mendirikan sebuah chapter baru sebenarnya sangat simpel: menyerahkan biodata pribadi dan minimal beranggotakan 10 orang. Namun, ada satu syarat mutlak (wajib) yang menguji mental: perwakilan wajib datang langsung ke kediaman Cak Lilik di Tuban.
Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan para rider zaman dulu yang harus menempuh jarak ratusan kilometer demi sebuah legalitas persaudaraan.
Awalnya, Cak Lilik berjuang sendirian. Tantangannya berat, sebab saat itu ranah otomotif roda dua di Jatim masih didominasi oleh klub-klub independent lokal yang sudah punya nama besar di kota masing-masing. Mengajak mereka melebur atau mendirikan chapter baru di bawah bendera YVC membutuhkan seni lobi dan pendekatan yang melelahkan.
Karena kewalahan berjuang sendirian, Cak Lilik akhirnya meminta bantuan (bala bantuan) dari beberapa member militan asal Chapter Surabaya, Chapter Malang, dan Chapter Banyuwangi untuk mendampinginya memecah kebuntuan di lapangan.
Ekspansi Besar: Pembentukan “Para Bupati” (Korwil)
Melihat gelombang antusiasme yang mulai memuncak dan wilayah Jatim yang terlampau luas untuk di-handle satu orang, “Sang Gubernur” mengambil langkah strategis. Cak Lilik memecah Jawa Timur menjadi beberapa sub-wilayah kekuasaan dan menunjuk langsung para Koordinator Wilayah (Korwil) yang dijuluki sebagai Bupati:
- Jatim Utara: – Bro Ari IWS (S-014)
- Jatim Selatan: – Bro Arka (N-005)
- Jatim Timur: – Bro Nanang (BW-002)
- Jatim Madura: – Bro Redi (PM-001)
- Jatim Barat: – Bro Komar (PO-018)
Langkah taktis ini membuahkan hasil yang luar biasa. Di akhir masa kepemimpinan Cak Lilik, Regional Jatim berhasil melesat tajam dengan merangkul total 21 Chapter resmi.
Warisan Kejayaan: Dari 21 Menuju 33 Chapter
Sekelumit cerita di atas adalah saksi bisu bahwa YVC-I Regional Jawa Timur dibangun di atas pondasi loyalitas, aspal, dan kopi persaudaraan. Kerja keras para pendahulu kini telah berbuah manis. Dari yang awalnya hanya digerakkan oleh 5 chapter pelopor, berkembang menjadi 21 chapter di era gerilya, hingga hari ini YVC-I Regional Jawa Timur telah berdiri kokoh menaungi 33 Chapter.
Kepemimpinan terus berganti, namun semangat “Satu Aspal” tidak pernah pudar. Berikut adalah para tokoh yang pernah menakhodai YVC-I Regional Jatim selaku Ketua Regional (KetReg) dari masa ke masa:
| # | Nama Ketua Regional | Asal Chapter | Masa Jabatan | Tahun Jabatan |
|---|---|---|---|---|
| 1. | Cak Lilik | YVC-I TB (Tuban) 001 | 1 Periode | 2010 – 2012 |
| 2. | Bro Arka | YVC-I N (Malang) 005 | 1 Periode | 2012 – 2014 |
| 3. | Bro Ozy | YVC-I S (Surabaya) 013 | 2 Periode | 2014 – 2018 |
| 4. | Bro Nanang | YVC-I BW (Banyuwangi) 002 | 1 Periode | 2018 – 2020 |
| 5. | Bro Fajar Irawan | YVC-I S (Surabaya) 122 | 2 Periode | 2020 – 2024 |
| 6. | Bro Jecko | YVC-I S (Surabaya) 018 | 1 Periode | 2024 – 2026 (masih menjabat) |
Semoga dedikasi yang telah tertanam dari masa ke masa ini terus menjaga api semangat seluruh member. Tetap solid, tetap membumi, dan terus menginspirasi di jalanan.
YVC-I REGIONAL JATIM: TETAP BERJAYA!
JATIM SOLID, TOP MARKOTOP!
Note: Sejarah ini dihimpun dan diselaraskan kembali dari ingatan dan catatan para warga YVC-I di Wilayah Jawa Timur. Jika ada data, nama, atau ruang sejarah yang terlewat, kolom koreksi dan tambahan selalu terbuka demi lurusnya sejarah kita bersama.

3 Komentar
Kopdar jarang ngopi tetap jalan.
Ayo kobarkan api semangat kawan untuk yvc-i lebih menyala lagi kedepannya 🤝🤝
Kapan bubar? Capek aktif terus